Syaikh Ali Jum’ah juga berpendapat bahwa seseorang yang berada di pesawat boleh berbuka saat matahari terbenam, walau ia melihat matahari tampak kembali
Hidayatullah.com–Sebagaiaman dilansir oleh situs resmi Dar Al Ifta Al Mishriya, Syaikh Dr.Ali Jum’ah, Mufti Mesir telah memfatwakan beberapa masalah yang berhubungan dengan waktu puasa, jika seseorang sedang berada di pesawat.
Beberapa masalah yang dibahas menyangkut waktu yang dijadikan rujukan untuk berpuasa dan berbuka. Bagaimana pula jika matahari terbenam lebih panjang dibanding waktu normal. Bagaiman pula jika telah melihat matahari tenggelam, kemudian karena kecepatan pesawat melebihi kecepatan perputaran bumi, akhirnya matahari terlihat kembali? Read more »
OLEH : MOKHAMAD SAMSU,S.Ag *)
Pada bulan Ramadhan, umat Islam disyareatkan untuk ibadah puasa, perintah ini termaktub dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya “ Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Kata “ puasa” berasal dari bahasa Arab “ As Siyam” yang berarti mengekang atau menahan diri dari segala sesuatu. Secara istilah syareat, puasa berarti menahan diri tidak makan, minum dan bersetubuh dengan istri dan hal – hal yang membatalkan puasa lainnya, sejak fajar hingga terbenam matahari karena mengharapkan pahala dan ridho dari Allah SWT. Disamping itu juga untuk melatih diri bertakwa kepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun sedang berkumpul dengan kebanyakan orang.
Allah telah mewajibkan puasa kepada umat Islam, sebagaimana puasa ini telah diwajibkan kepada orang – orang sebelum Islam. Puasa ini adalah media yang ampuh untuk membersihkan jiwa, dan merupakan ibadah yang paling efektif untuk mengekang hawa nafsu. Pada dasarnya diwajibkannya puasa itu kepada umat Islam agar umat Islam ini dapat mempersiapkan diri untuk bertakwa kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan meninggalkan keinginan yang mudah di dapat dan halal, demi menjalankan perintah dan mencari pahala dan ridhoNya. Dengan demikian, maka mental kita terlatih di dalam menghadapi godaan nafsu syahwat yang diharamkan, dan kita dapat menahan diri untuk tidak melakukannya. Di dalam hadis sahih dikatakan “ Assiyaamu nisfus sobbri “ maksudnya puasa itu adalah sebagian dari sabar. Karenanya kita dapat mengetahui bahwa Allah mewajibkan puasa itu juga untuk kemaslahatan kita sebagai umat Islam. Read more »
Kata Presiden SBY, Indonesia negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sudah saatnya tampil untuk membangun kembali peradaban Islam
Hidayatullah.com — Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sudah saatnya tampil untuk membangun kembali peradaban Islam. Caranya dengan selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sebagai kaum muslim, kita dituntut untuk menjadi kekuatan perubahan yang bersifat transformatif, serta mendukung terbangunnya peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Dan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sudah saatnya Indonesia ikut tampil di garda depan, untuk membangun kembali peradaban Islam yang unggul dan mulia. Saya yakin dan percaya, tugas sejarah itu dapat kita emban dengan baik,” tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), disampaikan dalam Peringatan Nuzulul Quran Nasional di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (26/8). Read more »
MGMP PAI ( Musyawarah Guru Mata Pelajaran ) Pendidikan Agama Islam Kabupaten Bojonegoro sebagai juara II Nasional dalam perlombaan penilaian MGMP yang produktif tingkat Nasional di Jakarta. MGMP PAI Kabupaten Bojonegoro yang dipandegani oleh Drs. M. Irfan, M.Pd.I ini merupakan MGMP terbaik di tingkat Kabupaten Bojonegoro bahkan terbaik untuk ukuran Jawa Timur, sehingga mewakili Jawa Timur dalam perlombaan tingkat nasional, pada hari selasa 17 Agustus 2010 ini MGMP PAI Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sebagai juara II tingkat nasional.
(Sebuah renungan dibulan keramat)
Oleh : Mokhamad Samsu, S.Ag
Artikel untuk bulan Agustus 2010
Setiap memasuki bulan Agustus seluruh warga negera Indonesia selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk memperingati “hari keramat” bagi bangsa ini, mulai dari membersihkan kampung, memasang umbul-umbul, memberikan hiasan lampu sampai dengan mempersiapkan berbagai acara untuk mengisi perlombaan baik di tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan sampai tingkat Kabupaten.
Berbagai kesibukan tersebut telah berjalan selama bertahun-tahun sejak saya masih kecil sampai berusia kepala tiga. Rutinitas kegiatan memperingati kemerdekaan itu seolah hal yang begitu penting untuk dijalankan.. Disisi lain ketika bangsa ini mengalami krisis multi dimensi yang telah mendunia, semua masyarakat merasakan semakin terjepitnya menjalankan roda kehidupan. Perekonomian yang semakin terpuruk ditambah dengan berbagai keputusan dari sang penguasa diantaranya menaikkan harga minyak yang berimbas pada melambungnya harga kebutuhan pokok di masyarakat membuat lidah masyarakat semakin menjulur panjang merasakan penderitaan ini.
Ketika beban hidup yang semakin berat maka perlu kita renungkan dan berpikir secara mendalam serta mengkaji ulang. Kita perlu bertanya pada diri kita masing-masing apakah memang seperti itu cara memperingati hari kemerdekaan yang sebenarnya. Jika jarum jam dapat diputar kembali para pahlawan yang telah berperang mencapai kemerdekaan ini dapat melihat kepedihan masyarakat sementara sebagian yang lain mengumbar nafsu dengan menghamburkan banyak uang untuk memperingati hari kemerdekaan maka ia tak akan mampu untuk menangis sebab air matanya akan kering sebelum keluar melihatnya. Read more »
Hidayatullah.com–Hari ini seluruh rakyat Indonesia dengan berbagai caranya akan serentak memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sayangnya peringatan HUT RI dari tahun ke tahun belum mampu menghentakkan semangat pemimpin dan anak bangsa untuk lebih siap berkorban.
Selain itu berbagai pihak kini begitu kencang mengkritik pemerintahan SBY yang dinilai tidak pro-rakyat dan cenderung narsis. Demikian peryataan pengamat sejarah, Tiar Anwar Bachtiar. Read more »
Arah kiblat bisa buka di website www.qiblalocator.com dengan menentukan daerahnya masing – masing, bisa klik di sini
Makkah 21o25’ LU 39o50’ BT menjadi kiblat bagi ahlul ardli termasuk Indonesia.
Arah kiblat dari Indonesia ke Makkah : ke barat laut dengan ukuran derajat bervariasi sesuai dengan letak tiap kawasan pada garis lintang dan garis bujur. Contoh :
Kawasan lintang utara :
Sabang 05o54’ LU 095o21’ BT : 21o56’08” AQ
Banda Aceh 05o35’ LU 095o20’ BT : 22o08’13” AQ
Medan 03o38’ LU 098o38’ BT : 22o44’46” AQ
Pekanbaru 00o36’ LU 101o14’ BT : 23o46’18” AQ
Sambas 01o18’ LU 109o18’ BT : 22o18’19” AQ
Tarakan 03o18’ LU 117o35’ BT : 21o12’59” AQ
Gorontalo 00o34’ LU 123o05’ BT : 21o29’37” AQ
Manado 01o33’ LU 124o53’ BT : 21o21’58” AQ Read more »
Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No.05/MLM/I.0/E/2010 tentang Penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawwal, dan 1 Dzulhijah 1431 H sbb :
Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan awal Ramadhan, 1 Syawwal, 1, 9 dan 10 Dzulhijah 1431 H sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah sebagai berikut :
A. Ramadhan 1431 H
1. Ijmak menjelang ramadhan 1431 H terjadi pada hari selasa , 10 Agustus 2010, pukul 10:09:17 WIB.
2. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di Yogyakarta +02 derajat 30 menit 03 detik ( hilal sudah wujud ) dan seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.
3. Berdasar hasil hisab tersebut maka PP Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu , 11 Agustus 2010.
B. Syawwal 1431 H
1. Ijmak menjelang syawwal 1431 H terjadi pada hari rabu, 8 September 2010 pukul 17:31:01 WIB
2. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di Yogyakarta -02 derajat 08 menit 16 detik ( hilal belum wujud ) dan di seluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal masih di bawah ufuk.
3. Berdasar hasil hisab tersebut maka PP Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 syawwal 1431 H jatuh pada hari jumat , 10 september 2010. Read more »
Jakarta (Pinmas)–Pemerintah menetapkan awal puasa Ramadhan 1431 H jatuh pada Rabu, 11 Agustus 2010. Keputusan tersebut menyusul sidang itsbat yang berlangsung Selasa sore (10/8) di operation room Kementerian Agama, Jakarta .
Sidang penetapan awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali di dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Wahyu Widiana, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, pimpinan ormas-ormas Islam, perwakilan negara sahabat, dan anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag. Read more »
Spanyol akhirnya dapat membuktikan kehebatannya, di samping sebagai juara dunia, permainan sepak bola spanyol terkenal paling bagus. Kemenangan 1 – 0 atas Belanda membawa Spanyol menjadi juara dan berhak untuk memboyong hadiah dan piala. Babak final yang disiarkan langsung oleh RCTI dan Global TV pada tanggal 12 Juli 2010 jam 00.30 tersebut sangat anggun untuk ditonton, karena umpan – umpan bola pendek oleh spanyol sangat menawan, sehingga milyaran manusia menyaksikan pertandingan yang mendebarkan ini.